Potensi Pariwisata Lombok

Beberapa hari yang lalu saya sedang membaca sebuah majalah properti kemudian menemukan ulasan singkat mengenai Selong Selo Residence, sebuah proyek kompleks villa elit yang berlokasi di Lombok selatan. Saya belum pernah lihat proyek itu sebelumnya, dan tidak terlalu mengikuti perkembangan pulau Lombok dan sekitarnya. Saya langsung coba riset singkat tentang Selong Selo Residence dan pulau Lombok secara keseluruhan.

Tentang Selong Selo bisa dilihat di video ini. Bisa dilihat keindahan pantai disana, dan bisa kita juga bisa lihat disana masih sepi dari wisatawan, tidak seramai di Bali atau pantai mainstream lainnya.

 

Lalu kalau kita lihat Lombok secara keseluruhan, ada beberapa hal menarik yang saya ingin bahas tentang Lombok.

  1. Mandalika Lombok termasuk dalam daftar destinasi pariwisata “10 Bali Baru”
    “10 Bali Baru” merupakan program pengembangan pariwisata prioritas pemerintah. Selain Mandalika, “Bali Baru” lainnya adalah Danau Toba (Sumut), Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Gunung Bromo (Jatim), Pulau Komodo (NTT), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara). Pemerintah memiliki target untuk bisa menarik 20 juta wisatawan asing (wisman) selama tahun 2020. Untuk perbandingan, total wisman yang mengunjungi Indonesia selama tahun 2016 adalah sebanyak 12 juta. Pemerintah pasti akan bekerja keras mengembangkan kesepuluh destinasi pariwiata prioritas ini agar bisa mengejar target tersebut.
  2. Mandalika dijadikan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus
    Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu yang ditetapkan pemerintah melalu Peraturan Pemerintah (PP) yang memiliki tujuan untuk mengembangkan fungsi perekonomian secara intensif. Setiap KEK memiliki fungsi atau fokus tertentu, seperti industri perikanan dan pengolahan kelapa untuk KEK Bitung, dan pariwisata untuk KEK Mandalika.Sudah ada 11 KEK yang ditetapkan oleh pemerintah. 3 dari 11 KEK tersebut difokuskan untuk kegiatan pariwisata yaitu KEK Tanjung Lesung, KEK Morotai, dan KEK Mandalika. Bisa dilihat bahwa ketiga KEK pariwisata ini juga termasuk dalam daftar “10 Bali Baru”. Hal ini berarti ketiga destinasi pariwisata ini mendapatkan prioritas lebih tinggi dari pemerintah.Sebagai informasi, kawasan yang ditetapkan sebagai KEK mendapatkan banyak insentif dari pemerintah agar dapat menyerap lebih banyak investasi. Contoh insentif untuk KEK Mandalika adalah warga negara asing dapat membeli rumah di kawasan tersebut, serta cuti pajak untuk investasi lebih dari Rp500 milyar. Hal ini diharapkan dapat menarik minat investor untuk mengembangkan KEK ini.KEK Mandalika dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), sebuah anak perusahaan dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). Masterplan dari KEK Mandalika bisa dilihat di situs ITDC disini (https://www.itdc.co.id/mandalika/beranda/).mandalika2-1024x668
    Masterplan KEK Mandalika. Sumber: panorama-destination.com

     

  3. Pertumbuhan wisatawan mancanegara yang tinggi
    Dari statistik yang saya lihat dari situs Kementrian Pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke bandara Lombok selama tahun 2016 adalah sebanyak 91.102 kunjungan, naik 29.5% dari tahun 2015. Angka yang cukup tinggi jika dibandingkan pertumbuhan wisman yang datang ke Indonesia secara keseluruhan selama tahun 2016 yang hanya naik 15.54% dari tahun 2015.Data terbaru juga memperlihatkan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Jumlah wisman yang masuk ke bandara Lombok selama bulan Januari 2017 sampai Mei 2017 adalah sebanyak 52.517 kunjungan, naik 64.7% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi kedua setelah bandara Sam Ratulangi (Manado) yang menunjukan pertumbuhan sebesar 385.5%.Kita bisa berekspektasi bahwa pertumbuhan wisman yang tinggi ini akan terus terjadi beberapa tahun kedepan melihat keseriusan pemerintah dan swasta untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Lombok dengan ditetapkannya Mandalika Lombok sebagai salah satu “Bali Baru” dan juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus.

Sayangnya saya belum menemukan ada perusahaan publik di Indonesia yang memiliki unit bisnis di Lombok jadi saya belum bisa melihat data lain mengenai perkembangan investasi di Lombok. Sebagai perbandingan, dua KEK pariwisata lain selain Mandalika yaitu Tanjung Lesung dan Morotai keduanya dikelola oleh PT Jababeka Tbk (KIJA) sehingga kita bisa melihat jumlah capital expenditure serta revenue yang dihasilkan oleh kedua kawasan tersebut.

Saya pribadi sangat menyukai keindahan pantai di Lombok yang saya lihat dari beberapa video di YouTube. Saya berencana mengunjungi Lombok dalam waktu dekat karena memang saya belum pernah ke Lombok sebelumnya. Kemungkinan saya akan buat tulisan lagi mengenai Lombok setelah saya berkeliling ke beberapa tempat di Lombok.

Sekian dulu pembahasan tentang Lombok untuk sekarang.

Thanks for reading!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s